Pengawasan dan Pendirian Koperasi Akan Diperketat

Sejak lahirnya koperasi siluman-siluman yang meresahkan, hingga membuat citra buruk terhadap koperasi yang ada di Indonesia, maka sudah saatnya aturan pendirian koperasi di perketat, dengan mengembalikan koperasi kepada fitrahnya.

Sebanyak 25% koperasi yang ada menyalahi aturan

JAKARTA. Pemerintah sepertinya tidak mau kecolongan lagi dengan banyaknya kasus penipuan melalui koperasi. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kem-kop UKM) berjanji menata ulang pembinaan dan pengawasan koperasi. Selama ini, pengawasan dan penataan koperasi memiliki banyak lubang yang bisa dimanfaatkan oknum tertentu.

Syarief Hasan, Menteri Koperasi dan UKM, mengatakan, kasus kecurangan oleh koperasi cukup besar. “Sebanyak 25% dari total koperasi yang ada, mengalami fraud,” kata Syarief, Senin (10/9).

Untuk menekan jumlah fraud, Syarief menjanjikan penataan koperasi dari tahap awal hingga operasional. “Perizinan akan diperketat,” katanya

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang koperasi, syarat pendirian lembaga ini memang cukup mudah. Koperasi primer (koperasi yang anggotanya perorangan), hanya wajib memiliki minimal 20 anggota, anggaran dasar/rumah tangga (AD/ART), dan susunan pengurus. Bila syarat itu telah lengkap, pengurus cukup mengajukan pengesahan koperasi ke Kemkop-UKM dan Kementerian Hukum dan HAM.

Nantinya, syarat-syarat itu bakal diperketat, dengan penambahan ketentuan baru. Namun, Syarief masih merahasiakan. Soalnya, perubahan syarat itu artinya juga mengusulkan revisi UU 25/1992.tor Institut Koperasi Indonesia (IKOPIN), menyarankan perlu pembentukan lembaga penjamin dana koperasi (LPDK). Ini seperti Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang menjamin dana nasabah. Nah, LPDK akan menjamin dana nasabah, sehingga tidak khawatir lagi bila menyimpan dana di koperasi. Pengurus koperasi juga harus dibebani kewajiban baru, seperti pelaporan keuangan secara rutin dan rencana bisnis dalam periodik tertentu. Ini untuk menciptakan manajemen pengelolaan dan pengawasan koperasi yang tersistematis. Sudah seharusnya, pengawasan koperasi diperketat, karena ada dana anggota yang dikelola.

Sumber : Harian Kontan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s