205 Pasar Tradisional Direvitalisasi

Kementerian Koperasi dan UKM menargetkan revitalisasi 205 pasar tradisional di tingkat kecamatan dan perdesaan pada tahun depan guna membantu pemasaran produk lokal.
Neddy Rafinaldy Halim, Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, menjelaskan pasar tradisional yang akan direvitalisasi itu akan berka-rakteristik dan diupayakan sebagai kanal penjualan produk lokal.

Kementerian Koperasi dan UKM memperkirakan dana yang dibutuhkan untuk revitalisasi satu pasar Rpl miliar. “Dana revitalisasi pasar percontohan di kota dan kabupaten itu tergantung situasi dan kondisi setempat,” katanya di Jakarta, Rabu (29/8).

Pasar percontohan direncanakan di ibu kota kabupaten dan menjadi penyangga utama pasar tradisional. Komoditas dari desa juga dipasarkan di pasar percon-tohan dan selanjutnya dipasok ke desa lainnya.
Beberapa pasar itu akan dikelola oleh koperasi setempat dengan target mengembangkan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Adapun model pengelolaan pasar masih difinalisasi dalam pembahasan antara Kementerian Perencanaan. Pembangunan Nasional/Bappenas dan DPR. Selain itu, pemerintah juga berencana membangun pasar khusus untuk produk unggulan daerah. Di Cianjur, Jawa Barat misalnya, akan dibangun pasar khusus lampu yang berisi berbagai macam model lampu dan akse-sorinya yang merupakan hasil produk lokal.

Di Bengkulu direncanakan dibangun pasar khusus jeruk kala-mansi dengan berbagai jenis produk terkaitnya. Hal ini merupakan lanjutan dari konsep one village one product (OVOP) sehinggakendala pemasaran bisa terpecahkan.
Sejumlah program tersebut diharapkan mampu mengurangi tekanan produk impor pada komoditas sejenis di dalam negeri. Jika tidak ada perangkat hukum untuk membendung produk asing dikhawatirkan pasar tradisional hanya dijejali produk impor.

Sementara itu, program revitalisasi pasar tradisional yang berlokasi di kawasan elite diperkirakan membutuhkan dana 23 kali lebih besar dibandingkan dengan revitalisasi biasa.

Revitalisasi Pasar Mayestik yang berlokasi di Kawasan Kyai Maja, Jakarta Selatan sebagai contoh menghabiskan biaya mencapai Rp357,7 miliar. Pasar Kebayoran Lama besar dianggarkan Rp8 miliar, Pasar Pondok Bambu Rp15,2 miliar, dan Pasar Ujung Menteng Rp 15.3 miliar.

Dirut PD Pasar Jaya Djangga Lubis menjelaskan bahwa besaran anggaran digunakan agar pasar yang terletak di kawasan elite tersebut dapat menarik konsumen lebih banyak. Dia menyebutkan bahwa bangunan bagi pasar tersebut sudah sangat modern dengan dilengkapi fasilitas eskalator, lift, CCTV, dan penyejuk ruangan.

“PD Pasar Jaya harus bisa bersaing. Kita harus menyesuaikan kebutuhan dengan kondisi konsumen di daerah sekitar. Kita coba buat bangunan menjadi modem, namun cara berdagang tetap tradisional. Harapannya, penda-.patan pedagangan bisa bertambah,” ujar Djangga belum lama ini.

Sejauh ini, beberapa pasar yang sudah direvitalisasi dengan konsep pasar modem juga dilakukan di Pasar Rawa Bening, Pasar Jatinegara, dan Pasar Tanah Abang Blok A-F. Sementara Pasar Cikini masih dalam tahap proses.
Ginting Munthe
Sumber: Bsinis Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s